BeritaNasional

Baharudin Ungkap Alasan Dia Kembali Bertarung Di Pilkada Muna

(Doc. Net)
JARRAKPOS  – Pada Rabu 19 February  Bupati dr. Baharuddin mengatakan, berdasarkan data dari Bapenas RI, ada 10 masalah besar di Kabupaten Muna. Lima diantaranya adalah masalah lapangan kerja, infrastruktur jalan dan jembatan (potret 2011 pada saat itu).

“Masalah selanjutnya adalah listrik dan air bersih, pasar dan masalah rumah sakit,” ujar dr L.M Baharuddin.

Dan Menurutnya, pangan kerja di Muna sangat kurang. Data yang ada kurang lebih dua sampai tiga ribu generasi muda produktif di Bumi Sowite selalu keluar daerah setiap tahun.

Olehnya itu, ketika Ia menjabat kembali sebagai Bupati Muna, lapangan kerja menjadi perhatiannya. Akan tetapi, saat ini Pemda Muna lebih fokus pada utang di masa lalu yang tidak tuntas lebih kurang lebih Rp98 miliar.

“Sementara PAD Kabupaten Muna sangat kecil, cuman Rp14 milyliar,” tambahnya.

Ketika ia tinggalkan jabatan Bupati, lanjut LM Baharuddin, rumah sakit dan pasar yang dibangunnya tidak tuntas.

“Saya berharap banyak sebenarnya kepada Pemda yang sekarang bisa melanjutkan itu, karena terkait azas pembangunan yang berkelanjutan. Tapi dari pengamatan saya hal itu disentuh tapi tidak substansial,” ucapnya.

“Rumah Sakit yang disentuh parkiran dan pagar, memang itu penting tapi yang jauh lebih penting di rumah sakit itu adalah sebenarnya tandon air, kebutuhan rumah sakit secara keseluruhan, gardu listrik agar sarana rumah sakit tidak macet-macet, dan water tritman pengolahan air limbah,” ungkapnya.

Ia mengimbau pihak rumah sakit agar tidak membuang mentah-mentah itu air limbah ke sungai. Rencana awal bukan seperti itu, akan diolah dengan alat yang namanya water tritman.

LM. Baharuddin menjelaskan, masalah lainnya yang dihadapi di rumah sakit saat ini adalah persoalan alat-alat kedokteran. Pemerintahan saat ini tak melakukan sentuhan substansial, membuat dirinya tertarik untuk tampil kembali sebagai Calon Bupati Muna.

“Pasar, dengan begitu alasan tidak layak dan sebagainya sehingga ditinggalkan, harusnya kan diperbaiki apa kekurangannya bukan ditinggalkan, itu kebutuhan. Bukan kebutuhan politik tapi itu kebutuhan masyarakat. Banyak program saya liat yang ditinggalkan padahal itu bukan kepentingan pribadi tapi ini kepentingan masyarakat,” bebernya.

Ketika ditanya sial Partai pendukung dan pengusung, mantan Bupati Muna ini mengaku telah mengikuti tahapan pendaftaran hampir di semua partai politik (Parpol). Hanya dua partai yang tidak sempat ia ikuti proses penjaringannya yaitu Partai Golkar dan Hanura.

“Komitman kuat saat ini Insya Allah tinggal tunggu rekomendasi saja yaitu PKB, PAN dan PPP. Tapi, kalau hanya itu kita belum aman karena baru 6 kursi, Insya Allah kita jalin komunikasi dengan PKS dan Gerindra,” jelasnya.

Soal pasangan, dr. Baharuddin belum mau buka-bukaan. Hanya saja, Ia mengakui saat ini ada nama politisi PKB yakni Jaelani yang selalu dipasangkan kepada dirinya.

Akan tetapi, Baharuddin meminta pihak-pihak agar tidak terlalu jauh dulu bertindak seperti membuat akronim pasangan, karena yang penting adalah sosialisasi keluar dulu.

“Saya Insya Allah pasangan dengan Jaelani. Yang jelas nanti deklarasi baru itu enak kita melempar akronim,” pungkasnya.

www.jarrakpossultra.com/AND

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close